Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Allah Menyeru Manusia Untuk Memahami Perbedaan

Kamis, 01 Agustus 2013

Surat Hud 116, 117, 118, 119
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi dan melanggengkan kebaikan, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan keni’matan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa(para pendurhaka). (QS. 11:116)
Makna dari ayat tersebut adalah Allah menyayangkan bahwa umat-umat sebelumnya tidak ada yang memiliki amal kebaikan yang langgeng hingga hari kiamat. Ayat tersebut menyiratkan bahwasanya manakah yang lebih baik, mencegah/menjauhi keburukan atau kah mengerjakan kebaikan? Tentunya berbuat keduanya lebih baik tetapi yang paling dulu adalah mencegah kejahatan. Bila yang buruk telah dicegah dunia pasti akan lebih baik. Menjauhi kejahatan secara otomatis mewujudkan ketakwaan kepada Allah. dalam hati orang yang menghindari diri daripada kejahatan adalah takut akan azab Allah, menjauhi keburukan bisa dikatakan setan kalah dalam menjerumuskan kita dari perbuatan dosa. Mengerjakan kebaikan seringkali masih diliputi rasa manusiawi yaitu rasa-rasa sombong, angkuh, riyak dan segala macam penyakit hati, bahkan ketika kita mengerjakan suatu kebaikan setan berjuang sekuat tenaga menjerumuskan kita kedalam lembah penyakit hati, maka ketika mengerjakan kebaikan sering-sering kita menyembunyikan tangan kita, sering-sering kita bersholawat kepada nabi dan mengucapkan istighfar supaya setan tidak berani mengompori dan merusak kemurnian hati.
Allah mempunyai kebiasaan dalam menghadapi umat manusia diataranya. Allah meruntuhkan masyarakat itu dan biasanya bila mereka telah tenggelam dalam kemewahan duniawi serta gaya hidupberfoya-foya hal ini seperti disebutkan dalam ayat
Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 11:117)
Dalam penjelasan ayat ke 118 Allah menjelaskan bahwa perbedaan itu Allah yang ciptakan sebagai suatu keniscayaan supaya manusia bisa mengembangkan toleransi inilah pilihan kita sebagai manusia mau memilih perpecahan atau toleransi yang menentramkan.
Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)
Didalam penjelasan ayat ke 119 Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang bisa memaknai perbedaan dengan toleransi dan harmonisasi merupakan orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah dan untuk memberi rahmat itulah Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sebaliknya mereka yang durhaka akan memenuhi neraka jahanam.
kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119)

0 komentar:

Posting Komentar

 
Gzebo Si Ombih © 2011 - Designed by Blogger Templates Gallery