Surat Hud 116, 117, 118, 119
Maka
mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai
keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi dan
melanggengkan kebaikan, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah
Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan
keni’matan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang
berdosa(para pendurhaka). (QS. 11:116)
Makna dari ayat
tersebut adalah Allah menyayangkan bahwa umat-umat sebelumnya tidak ada yang
memiliki amal kebaikan yang langgeng hingga hari kiamat. Ayat tersebut
menyiratkan bahwasanya manakah yang lebih baik, mencegah/menjauhi keburukan
atau kah mengerjakan kebaikan? Tentunya berbuat keduanya lebih baik tetapi yang
paling dulu adalah mencegah kejahatan. Bila yang buruk telah dicegah dunia
pasti akan lebih baik. Menjauhi kejahatan secara otomatis mewujudkan ketakwaan
kepada Allah. dalam hati orang yang menghindari diri daripada kejahatan adalah
takut akan azab Allah, menjauhi keburukan bisa dikatakan setan kalah dalam
menjerumuskan kita dari perbuatan dosa. Mengerjakan kebaikan seringkali masih
diliputi rasa manusiawi yaitu rasa-rasa sombong, angkuh, riyak dan segala macam
penyakit hati, bahkan ketika kita mengerjakan suatu kebaikan setan berjuang
sekuat tenaga menjerumuskan kita kedalam lembah penyakit hati, maka ketika
mengerjakan kebaikan sering-sering kita menyembunyikan tangan kita,
sering-sering kita bersholawat kepada nabi dan mengucapkan istighfar supaya
setan tidak berani mengompori dan merusak kemurnian hati.
Allah mempunyai
kebiasaan dalam menghadapi umat manusia diataranya. Allah meruntuhkan
masyarakat itu dan biasanya bila mereka telah tenggelam dalam kemewahan duniawi
serta gaya hidupberfoya-foya hal ini seperti disebutkan dalam ayat
Dan
Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang
penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan. (QS. 11:117)
Dalam penjelasan ayat
ke 118 Allah menjelaskan bahwa perbedaan itu Allah yang ciptakan sebagai suatu
keniscayaan supaya manusia bisa mengembangkan toleransi inilah pilihan kita
sebagai manusia mau memilih perpecahan atau toleransi yang menentramkan.
Jikalau
Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka
senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118)
Didalam penjelasan ayat
ke 119 Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang bisa memaknai perbedaan dengan
toleransi dan harmonisasi merupakan orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah
dan untuk memberi rahmat itulah Allah menciptakan manusia berbeda-beda, sebaliknya
mereka yang durhaka akan memenuhi neraka jahanam.
kecuali
orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan
mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan
memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS.
11:119)
0 komentar:
Posting Komentar